Jumat, 13 April 2012

Pilihan

kalau disuruh mlih marah/bahagia jika seandainya papah tiba-tiba datang sambil bilang
"nak ini ayahmu, ayahh angatn sama kamu nak"
genap 10 tahun ketika umurku beranjak tepat 17 tahun damana masa remaja telah terhapus dan mengukir masa kedewasaan, tapi apakah dapat dikatakan dewasa jika segala sesuatu hana disesuaikan dengan umur. umurku yang genap17 tahun selalu bimbang kalo kata orang si 'galau tingkat jendral' dalam mengambil keputusan  dimana aku harus marah/senang? jika suatu saat nanti bertemu dengan beliausang ayah yang selama ini kunanti keberadaannya disampingku. Tuhan jika beliau masih ada berikanlah kesehatan lahir dan bathin ntuknya jika benar tidak ada dan engkau telah mengambilnya dipangkuanMu sehingga Engkau benar-benar tak sayang padaku tak sedikit pun waktu yang Kau berikan untukku bertatap muka jika sampai kapanpun Kau tak akan izinan aku untuk mencium ke2 kakinya ak ohon Tuhan kau hapuskan dosanya biarkan aku yang menanggung semuanya di akhirat nanti, jika kau tidak memberikan waktu untukku berbakti kepada ayah kandungku sendiri.
disatu sisi aku ini bahagiajika beliau masih ada Tuhan, disisi lain aku merasa marah. kenapa??? kenapa beliau sampai menelantarkan aku? tak ada waktu kah untuk mencariku anaknya? atau sesibuk tukah beliau mengirusi urusan duniawinya? apa firasatku benar beliau telah bahagia disisiMu Tuhan? berilah jawaban atas semua pertanyaanku, sedikit saja Tuhan! apa kurang sujudku kepadaMu? apa kurang amalku kepadaMu? apa masih kurang kau berikan deritadihidupku? agar aku tetap menyembahmu? tapi mana balasanMu? aku hanya memnta disetiap sujd dan doaku 'pertemukanlah aku dengan Papah walaupunsekali walaupun itu hanya dalam mimpi. bnga tidur yang Kau berikan tak seberapa atas semua KuasaMu yan maha Agung! ak hanya minta itu saja Tuhan. dimimpiku aku bisa berangan dari mulai menyentuh pipi lembutnya menyium keningnya memeluk erat tubuhnya yang sudah dimakan usia menciumi kaki seta tangannya sebagai bukti aku adalah anak yangselama ini menanti keberadaan nya Tuhans. akupun tak akan menduakancintaku untukMu Tuhan, cintak hanya untukMu Tuhan. apakah ini balasan cintaMu padaku? aku hanya ingin bermimpi sekali seumur hidupku untuk bertemu beliau. Kau maha tauapa yang drasakan olehku keluhanu selama ini tak bermakna untukMu.memang ibadahu belum semurna, tapi mana? mana sisi adilmu? diluarsana masih banyak orang yang melakukan maksiat1 sedagkan aku? engkau berikan kemudahan bagi merekaa, kebahagiaan, bahkan nikmatnya hidup mereka sempurna sekal. bandingkan denganku Tuhan? kau tau aku dusia 6 tahunditinggal apah dan mamhku, jiwa mana yang tak sepi?
aku berontak?
tidak!
aku marah lalu mennggalkan perintah ibadahMu?
tidak pula! 
apa aku meminta orang lainsebagai ayahku?
mana mungkin mau!
aku mencoba sabar sampai kedewasaanku memberikan pernyataan yang logis terhadap akalku.
yah. . .hidupku sendiri aku butuh papah disampingku. aku egois tak melihat banyak yang lebih tak punya dariku tapi apakah mereka merasakan apa yang seperti ku rasa?
tidak tidak sama sekali!!!